Kehidupan Bukan Mengenai Bungkusannya

Posted: February 28, 2011 in Nice Story
Tags:

Satu hari, ada reuni kecil2an diantara beberapa teman lama tempat bekerja dulu. Dahulu mereka saling memulai karir dari bawah dan sekarang lihatlah, semua sudah berada pada posisi tinggi di beberapa perusahaan besar. Kemudian muncul ide untuk datang dan mengunjungi rumah mantan atasan tempat mereka bekerja dulu, sewaktu mereka sama2 bekerja dalam satu perusahaan.

Setelah mendapatkan persetujuan si mantan atasan, kemudian hari yang ditentukan pun tiba. Mereka dijamu dan duduk akrab di ruang tamu rumah mantan atasannya tsb sambil bercanda ria mengingat-ingat masa yang pernah mereka lewati bersama. Tampaknya seru. Berbicara & bercanda tawa dari mulai joke kecil sampai pada pengalaman2 bekerja yang mereka kisahkan senang, penting maupun menjengkelkan. Sungguh suatu permulaan yang penting dari karir yang mereka dapatkan sekarang. Tak lama, berbagi pengalaman tsb pun menjadi ajang keluh kesah mereka thd hidup, pekerjaan dan jabatan yang mereka dapatkan saat ini. Semuanya mengeluhkan bahwa stress yang mereka alami sungguh berat dan ingin rasanya keluar dari kejenuhan yang ada.

Tak lama kemudian, si mantan atasan datang membawa satu teko besar berisi teh hangat dan beberapa gelas dan cangkir. Ada yang besar dan kecil, bagus dan kelihatan mahal dan ada yang beberapa kelihatan tua dan murah.

Sambil masing2 mengambil gelas dan cangkir tersebut, mantan atasan mereka menyilahkan untuk menuang sendiri dan berkata anggaplah rumah sendiri. Hampir semuanya memilih cangkir dan gelas yang kelihatan mahal dan bagus. Melihat dari karir yang mereka dapatkan, wajar juga kalo mereka memilih tempat minum yang terbaik untuk mereka.

Melihat hal ini, si mantan atasan memulai untuk berbicara : “dari cara kalian memilih gelas dan cangkir, disitulah bermula masalah tadi”.

“kalian hanya memikirkan untuk mendapatkan gelas dan cangkir yang terbaik. Sesekali melirik gelas dan cangkir milik teman kalian. Berharap gelas dan cangkir tsb bisa kalian dapatkan atau pakai”.

Mungkin kita lupa, bahwa kehidupan ini bukanlah mengenai bungkusnya, tetapi bagaimana merasakan isinya. Cangkir dan gelas hanyalah tempat dimana teh tsb berada, bukan kehidupan itu sendiri. Rasa dan aroma teh tersebut tetap sama apapun gelas dan cangkir yang kita pakai. Tetapi banyak orang yang justru meributkan wadahnya, bukan isinya. Uang, jabatan, karir adalah gelas untuk menampung teh kehidupan. Tapi banyak yang akhirnya tidak dapat menikmati teh kehidupan krn terlalu sibuk memikirkan wadahnya. Disaat wadahnya selesai diperebutkan, teh-nya sudah basi atau tumpah.

Life is all about ” choice ”

Life is already hard, then make it simpler. The happiest person is not who can have everything but they who could make the best thing of everything they have.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s